Rencana Bisnis Mobil China dari DFSK di Indonesia

Rencana Bisnis Mobil China dari DFSK di Indonesia
Industri otomotif Indonesia belakangan ini perlahan mulai undur dari dominasi mobil yang bertype MPV. MPV atau Multi Purpose Vehicle memang masih jadi primadona konsumen otomotif, namun kini selera konsumen yang mulai menyukai Sport Utility Vehicle atau SUV membuat produsen mobil berlomba menghadirkan SUV di tanah air. Salah satunya, PT. Sokonindo Automobile atau lebih dikenal dengan DFSK, juga ikut terjun dalam persaingan merebut pasar industri otomotif beberapa tahun belakangan ini. Produsen mobil asal China ini berinvestasi secara serius untuk menggarap pasar otomotif Indonesia.
 
Tentunya, menjadi pendatang baru yang harus bersaing dengan merek-merek besar yang sudah terlebih dulu dikenal oleh masyarakat bukanlah hal yang mudah. Apalagi, meski berkomitmen menghadirkan mobil dengan harga yang terjangkau, DFSK ternyata tidak mengusung segmen mobil jenis MPV yang notabene merupakan jenis paling populer di Indonesia. Lantas bagaimana rencana bisnis DFSK di Indonesia kedepannya?
 
Dari beberapa sumber informasi yang berhasil kami kumpulkan, bisa didapatkan garis besar rencana bisnis DFSK di Indonesia. Agar Anda tidak makin penasaran, yuk, simak beberapa poin di bawah ini!

Pulihkan Citra Mobil China

Stereotype yang mengatakan bahwa mobil China merupakan mobil yang kurang berkualitas adalah hambatan yang besar bagi penetrasi DFSK ke dalam pasar otomotif di Indonesia. Memang anggapan mobil China adalah mobil yang kurang baik bukan tanpa sebab. Jika dilihat dari sejarahnya, penetrasi mobil China ke Indonesia selalu mengecewakan konsumen.
 
Bermula dari masuknya mobil rakitan asal China seperti Geely dan Chery di sekitaran tahun 2010, konsumen yang semula menyambut gembira datangnya mobil murah asal China perlahan-lahan kecewa karena kualitas yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan harapan. Layanan purna jual yang buruk karena absennya servis dan jaringan layanan membuat konsumen kebingungan jika mobil mereka ada masalah. Dampaknya, penjualan Geely dan Chery terus menurun dan akhirnya tutup usia beberapa tahun setelahnya.
 
Selain itu, ada pula mobil-mobil Completely Built-Up atau CBU yang dibawa importir dari China. Untuk jenis mobil ini malah lebih mengerikan lagi. Banyak mobil CBU yang kesulitan mendapatkan part resmi saat ada masalah, akhirnya konsumen tidak bisa apa-apa. Dampaknya, kini konsumen industri otomotif di Indonesia tak lagi mempercayai mobil China.

Pengalaman yang sedikit pahit di atas membuat citra mobil China jadi buruk di mata konsumen. Oleh sebab itu, DFSK berjuang untuk memulihkan citra mobil China dengan membuat produk yang berkualitas, serta memberikan after sales service yang memuaskan konsumen.
 
Dari informasi yang diberikan langsung oleh CO-CEO DFSK, Alexander Barus, pihaknya berani memberikan garansi hingga 7 tahun karena yakin akan kualitas Glory 580. Alex pun optimis, dengan kualitas produk-produk DFSK, citra mobil China bisa dipulihkan.
 
Menghadirkan SUV 7-Seater
Strategi kedua yang dilakukan oleh DFSK untuk merebut hati konsumen otomotif Indonesia adalah dengan menghadirkan Glory 580, SUV 7-seaters, sebagai andalan mereka di tahun 2018 ini. Memang di tahun sebelumnya, sebenarnya DFSK telah meluncurkan mobil bisnis berupa pikap yaitu Super Cab, namun karena gembar-gembornya tidak sederas Glory 580, maka bisa dibilang bahwa Glory 580 adalah ujung tombak promosi DFSK.
 
Strategi menghadirkan SUV 7-seater ini bisa dibilang cerdik. Mengapa? Sebab tren otomotif dunia saat ini sedang booming SUV. Apa yang sedang tren dan booming secara global, selalu menular ke industri otomotif dalam negeri. Itu pula sebabnya ketertarikan masyarakat pada segmen SUV belakangan ini terus meningkat. Jadi, tidak salah jika DFSK membidik pasar SUV.
 
Selain itu, konsumen otomotif Indonesia sebagian besar adalah keluarga, yang suka dengan mobil berkapasitas banyak. Karena itulah, strategi menghadirkan SUV 7-seater jadi sangat tepat. SUV ini muat lebih banyak dari SUV biasa yang hanya muat 4 orang, karena itu SUV 7-seater bisa jadi pilihan menarik buat mereka yang ingin seluruh anggota keluarganya muat, tapi tidak suka MPV.
 
Memberi Fitur Lengkap pada Glory 580
Walaupun masih memiliki karakteristik mobil China yang murah, namun DFSK Glory 580 sama sekali tidak murahan. Inilah hal ketiga yang merupakan rencana cerdas bisnis DFSK. Siapa sih yang tidak mau mobil murah dengan fitur lengkap?
 
Hingga saat ini, dua varian DFSK Glory 580 yang telah diluncurkan adalah tipe Comfort dan Luxury. Meski tidak terlalu mencolok, ada perbedaan yang cukup lumayan di antara keduanya. Berikut beberapa perbedaannya:
 
Tipe Comfort
Tipe Comfort tersedia dalam dua pilihan mesin, yaitu mesin 1,8 liter dengan transmisi manual dan mesin 1,5 liter yang sudah berteknologi Turbocharged dengan transmisi otomatis CVT. Tipe ini sudah mendapatkan fitur-fitur modern yang lengkap seperti navigasi GPS, electric parking brake, hingga kamera parkir.
 
Lampu depan sudah dilengkapi dengan Daytime Running Light dan lampu belakang berupa LED. Fitur keamanannya juga sudah lengkap. Pada tipe ini, Anda mendapatkan empat airbags yang untuk penumpang depan, Anti-lock Braking System, Electronic Brake-force Distribution, serta Brake Assist. Pelek di tipe Comfort sudah menggunakan alloy meski hadir dengan warna standar.
 
Tipe Luxury
Tipe Luxury tersedia hanya dengan satu pilihan mesin saja, yaitu 1,5 liter Turbo. Meski demikian, Anda tetap bisa memilih transmisi manual atau otomatis. Soal fitur, tipe ini sudah memiliki semua fitur yang ada pada tipe Comfort. Tambahannya, sudah menggunakan keyless system dengan fitur smart-entry yang memiliki tombol start-stop untuk menyalakan mesin. Anda juga mendapatkan fitur Cruise Control dan pemanas kaca spion.
 
Yang lebih mengasyikkan lagi, ada fitur Tire Pressing Monitoring System untuk memantau tekanan angin ban. Selain itu, ada pula Vehicle Running Recorder dan Jam Protection Power Window yang membuat berkendara terasa makin nyaman. Bahkan pelek alloy-nya sudah menggunakan desain two tone sehingga mempercantik tampilan mobil ini. Di dalam kabin, perbedaan dengan tipe Comfort terlihat pada LCD yang ukurannya lebih besar, yaitu menggunakan LCD full touch 10 inci.
 
Peluncuran di Kota Besar
Peluncuran DFSK Glory 580 di Jakarta pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 juga adalah bagian dari strategi DFSK untuk mendapatkan perhatian lebih. Dengan meluncurkan produk-produk DFSK di ibukota yang merupakan denyut nadi perekonomian negeri ini, tentu DFSK berkesempatan untuk menjangkau konsumen yang potensial.
 
Strategi untuk mendapatkan sorotan positif di kota besar seperti Jakarta sudah terbukti. Lewat IIMS 2018 kemarin, DFSK Glory 580 berhasil menyabet gelar SUV Indonesia Terbaik mengalahkan rival-rivalnya yang lain dari berbagai merek, khususnya merek Jepang yang selama ini telah merajai dunia otomotif tanah air. Menurut Alex, untuk yang akan datang, DFSK telah mempersiapkan rencana untuk melakukan peluncuran-peluncuran lain di kota-kota besar Indonesia.
 
Membuka 50 Diler hingga Akhir 2018
Alex secara jelas menekankan bahwa DFSK berencana untuk membuka 50 diler tahun 2018 ini. Pihaknya menargetkan bahwa jumlah tersebut akan tercapai di akhir tahun. Saat ini saja, sudah ada 25 diler DFSK yang sudah dibuka di kota-kota besar.
 
Bagi DFSK, layanan purna jual juga adalah kunci untuk merebut hati konsumen dan menjaga kualitas produk mereka. Berbeda dengan kesalahan masa lalu mobil-mobil China yang diimpor tanpa mempertimbangkan layanan purna jual-nya, DFSK berani menjamin bahwa konsumen tidak perlu takut dan bingung harus ke mana jika mobil mereka mengalami masalah. Dengan target agar di semua kota di Indonesia ada diler DFSK, tentu tak ada lagi yang akan meragukan keseriusan pabrikan asal China ini.
 
Rencana Membangun Engine Plant
Lebih lanjut menurut Alex, DFSK ingin serius dan tidak main-main untuk membangun masa depan otomotif Indonesia. Untuk itu, saat ini mereka telah memiliki lebih banyak lahan lagi di daerah Cikande dan mempersiapkan program khusus ke depannya. Salah satunya adalah rencana untuk membangun fasilitas produksi mesin!
 
Selama ini, produksi mesin masih dilakukan di pabrik China, sehingga masih terbebani pajak dan lain-lain. Nah, dengan adanya fasilitas produksi mesin sendiri di sini, maka akan mempermudah DFSK untuk menaikkan tingkat produksi sekaligus menekan harga.
 
Selain itu, produksi mesin sendiri di tanah air akan ikut mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pabrik. Bahkan, dengan adanya fasilitas ini, tentunya bahan baku bakal banyak yang diambil dari dalam negeri juga. DFSK benar-benar ingin membangun masa depan di tanah air!


Sumber:

https://otomotif.kompas.com/read/2018/04/28/092200615/target-dfsk-mau-buka-80-diler-sampai-akhir-2018
http://indonews.id/artikel/13073/Jurus-DFSK-Belajar-dari-Kekurangan-di-Masa-Lalu/
https://www.carmudi.co.id/journal/dfsk-sokonindo-tak-mau-tanggung-tanggung-bisnis-di-indonesia/
http://www.tribunnews.com/otomotif/2018/04/28/dfsk-janji-bangun-80-dealer-se-indonesia
https://ridertua.com/2018/04/24/rencana-sokon-selanjutnya-setelah-glory-580/
https://autonetmagz.com/dfsk-punya-7-mobil-baru-buat-indonesia-ada-suv-coupe/63355/

Diakses pada: 28 Juni 2018
Share :
Featured Tantangan DFSK untuk Memulihkan Citra Mobil China di Indonesia