Meski baru mencakup 16% pangsa pasar otomotif, penjualan mobil listrik mengalami lonjakan transaksi sepanjang tahun 2026. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran konsumen otomotif sebagai bentuk meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap ekosistem kendaraan listrik dalam negeri. Apakah Anda termasuk konsumen otomotif yang juga punya rencana membeli kendaraan listrik sebagai mobil pertama Anda? Jika ya dan masih bingung menentukan antara mobil full hybrid atau PHEV, simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut!
Apa Itu Mobil Full Hybrid?
Mobil full hybrid, atau hybrid electric vehicle (HEV), adalah jenis kendaraan listrik yang mengandalkan mesin pembakaran dalam (mesin konvensional) dan sistem motor listrik untuk menggerakkannya. Kedua komponen ini bekerja secara bersama-sama untuk melajukan mobil, sekaligus meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi kendaraan.
Sesuai dengan namanya, mobil full hybrid mengisi ulang daya baterai melalui sistem pengereman regeneratif dan mesin pembakaran internal. Karena itu, mobil jenis ini tidak memiliki lubang stopkontak untuk pengisian daya dari luar bodi mobil.
Apa Itu Mobil PHEV?
Mobil PHEV atau plug-in hybrid electric vehicle merupakan jenis kendaraan listrik yang menggunakan baterai sebagai penggerak utamanya. Adapun mesin pembakaran dalam yang dimilikinya baru akan beroperasi ketika daya baterai mulai menipis atau saat pengemudi membutuhkan tenaga ekstra untuk melesat di jalan bebas hambatan.
Karena bermode plug-in, mobil PHEV memerlukan pasokan eksternal untuk mengisi ulang baterainya. Kapasitas baterai pada jenis mobil listrik ini juga cenderung lebih besar untuk dapat menampung energi listrik dari stasiun pengisian daya.
Keunggulan Mobil Full Hybrid
Kendaraan full hybrid menawarkan berbagai keunggulan menarik bagi pengemudi yang peduli pada lingkungan, di antaranya:
Efisiensi bahan bakar. Kerja sama antara mesin pembakaran konvensional dan motor listrik memungkinkan mobil ini mencapai jarak tempuh yang lebih jauh dibanding mobil bertenaga mesin.
Minim perawatan. Sistem pengereman regeneratif yang berlaku pada jenis mobil ini membantu kendaraan untuk menghemat bahan bakar dan memperpanjang umur pakai rem, sehingga mobil cenderung minim perawatan.
Sedikit emisi. Mobil full hybrid menghasilkan emisi yang lebih rendah daripada kendaraan berbahan bakar bensin. Hal ini tentu menarik bagi pengemudi yang cinta lingkungan dan ingin meminimalkan jejak karbon.
Keunggulan Mobil PHEV
Sementara itu, mobil PHEV juga menawarkan keunggulan yang tidak kalah menarik, seperti:
Jarak tempuh yang jauh. Mobil PHEV dapat berkendara jauh hanya dengan tenaga listrik. Artinya, kendaraan ini dapat menawarkan jarak tempuh yang lebih panjang daripada mobil full hybrid.
Pengisian daya otomatis. Mobil PHEV dapat mengisi daya baterai secara otomatis, termasuk ketika mobil sedang diparkir. Pengemudi tidak perlu khawatir jika lupa mengisi daya baterai.
Lebih hemat bahan bakar. Daya baterai yang dapat terisi secara otomatis tersebut juga dapat memperpanjang penggunaan listrik murni pada kendaraannya, sehingga membantu penghematan bahan bakar.
Rendah emisi. Karena dapat melaju dengan tenaga listrik sepenuhnya, mobil PHEV menghasilkan emisi yang lebih rendah daripada mobil berbahan bakar bensin.
Full Hybrid vs PHEV, Mending Mana?
Berdasarkan ulasan di atas, tampak perbedaan antara full hybrid dan PHEV yang dapat Anda pertimbangkan. Pada akhirnya, memilih mobil SUV hybrid atau PHEV perlu kembali lagi pada Anda: apa tujuan Anda memiliki kendaraan listrik, bagaimana suplai listrik di domisili Anda, hingga seperti apa rute dan gaya berkendara Anda.
Full Hybrid
Sebagai panduan singkat, Anda bisa memilih mobil full hybrid jika membutuhkan atau mengutamakan beberapa poin berikut:
Efisiensi bahan bakar sekaligus potensi pengurangan polutan
Kendaraan listrik yang praktis dan tetap hemat bahan bakar
Berkediaman di apartemen atau rumah tapak tanpa garasi yang tidak memiliki akses suplai listrik yang memadai
Rutin melakukan perjalanan jauh yang infrastruktur SPKLU-nya belum merata
PHEV
Anda dapat memilih mobil listrik PHEV apabila memerlukan atau mengutamakan:
Kepraktisan, namun tetap ingin penghematan konsumsi bahan bakar
Memiliki garasi yang dapat dipasang wall-charger maupun colokan listrik untuk mengisi daya listrik pada baterai
Mobilitas harian yang tinggi maupun sering menempuh perjalanan jarak jauh
FAQ seputar Mobil Full Hybrid adan PHEV
Apakah mobil full hybrid tidak perlu di-charge?
Benar, mobil full hybrid tidak memerlukan pengisian daya secara manual melalui sumber daya eksternal. Sebab, sistem pengisian dayanya mengandalkan pengereman regeneratif dan mesin generatornya sendiri.
Berapa lama masa pakai mobil PHEV?
Masa usia pakai baterai pada umumnya sekitar 8 tahun, sehingga beberapa produsen kendaraan listrik memberikan jaminan usia baterai selama 8 tahun atau 150.000 mil. Namun, dengan perawatan yang tepat maka usia pakainya bisa lebih lama mencapai 10 tahun atau lebih.
Apa yang menentukan masa pakai baterai?
Masa pakai baterai bergantung pada iklim, komposisi kimia, manajemen panas, kebiasaan pengisian daya, serta pola penggunaan.




